Translate

16/3/56

Tuan Guru Hj. ABDUL KARIM PONDAK DALA“Impian membangun Ulama dari generasi baru di permukaan di tanah shyik daud Fatani”


Tuan Guru Hj. ABDUL KARIM PONDAK DALA“Impian membangun Ulama dari generasi baru di permukaan di tanah shyik daud Fatani”

Majelis perismian ulama patani Darussalam telah di buat pembukaan dengan secara besar-besaran, pada hari senin 9 Rabiul Awal 1434H, bertepatan 12 januari 2013M. yang telah lalu, bertempat di kampung Panarit, mukim barahum, dairah meang, wilayah Pattani.

Majelis ini di rasmikan bersama dengan "Majelis Maulidin Nabi" dikawasan yang akan di bangun sebuah bangunan "yayasan Dewan Ulama patani", sebagian dari tanah tersebut adalah bekas pondok shyik daud bin abdullah bin idris Al-Fathoni, seorang pujangga Islam Fatani yang terkenal di masa dulu, sumur beliau masih ada sebagai efek buat kenangan pada masyarakat, sampai sekarang sumur shyik Daud sering di kunjungngi oleh masyarakat.

Mengapa bangunan yayasan ini di bangun di daerah bekas tanah shyik daud, tuan guru baba Hj.Abdulkarim bin Hasbulah nakanawa tuan guru pondak dala, selaku ketua jamiah Ulama Fatani Darussalam, merasa sangat bangga dengan sebidang tanah ini, karena jika di buat penilaian tak dapat di nilai harganya walau dengan apapun.
Bagaimana sejarah singkat jamiah ulama Fatani Darussalam?

Jamiah ulama Fatani Darussalam, sudah lama di tumbuhkan oleh beberapa ulama setempat, padatahun 1974 M. pendirinya adalah tuan guru Haji Husen Bin Muhammad pondak dala, yang bertujuan untuk membahas tentang isu yang terjadi dalam masyarakat di zaman kini, kususnya dalamhal agama masalah akidah, hukum fiqih dan juga hal yang baru, dengan mengeluarkan fatwa untuk masyarakat secara umum.
Sebelum dijadikan jamiah ulama Fatani Darussalam seperti har iini, bukan bukan suatu hal yang mudah, sebelum ini hanya sekadar persatuan yang kecil-kecil saja, yang belum dikenal oleh masyarakat.Kerana kondisi pada saat itu agak susah karena banyak rintangan yang menjadi halangan, bagai manapun dari awal hinga kesaat ini Allahamdulilah, yang dapat ada seperti hari yang bersejarah ini.
Apakah sebab yang memilih tempat ini sebagai pusat jamiah ulama patani Darussalam?

Dengan taqdir Tuhan yang menentukan di sini, karena sebenarnya tempat ini tidak munkin menjadi tempat untuk kita seperti hari ini, karena pemilik tanah ini sudah ada rancanngan untuk membuat rumah penjualan yang tak lama lagi, dan satu lagi saya tidak ada niat walau sedikir pun untuk bertapak disini karena sebelum ini sudah menemukan di salah satu tempat untuk berdiri jamiah, tetapibelumlagi di temui.
Dengan dasarnya, pada suatu hari saya pergi mengziarah ustadz Ismael bin casemik (ahlisejarah) di rumahnya, kemudian Dia menawar kepada saya kata ada tanah bekas syehk daud ingin di jual, setelah mendengar tawaran itu saya sangat bergembira dan selalu sanggup segera dan Ustadz Ismael pun menghubungi dengan si pemiliki tanah tersebut di saatitujuga.

Tanah itu lebar lebih kurang satu rai dengan harga 320.000 bath. tetapi dengan kondisi pasti di bayar dalam timpus waktu 10 hari juwa, walau begitu sekali pun saya sanggup, sedangkan di waktu itu tidak mempuayai dana sedikit pun.
Setelah pulang kerumah, hati lupa urusan tanah itu, sehinga dua hari terakhir baru sadar, saat itu rasanya cukup serba salah, karena modal belum lagi ada, di mana akan di cari uang seperti itu, apakah lagi waktu pun ada tidak banyak lagi, karena si tuan tanah sangat perlu modal, jika tak dapat juga tanah tersebutakan di jualke orang lain.

Lalu pasti berputar kesana kesini, rumah teman-teman dan juga waris, berhutan di situ sedikitdi sini sedikit, Alhamdulillah, akhircukup dan dapat di bayar Padamasa yang di janjikan.
Untuk tanah yang lain di beli dengan harga 6.700.000 bath. dari jariah saudara Muslimin dan pada bulan April yang akan datang ini, akan di adakanmajelis jamuan minta bantuan untuk membangun segala bangunan, yang akan menelan biaya sekitar 70.000.000 bath.

Di kawasan ini, akan ada bangunan masjid, kamar edarah, kamar musyawarat, maktabah dan juga meziuam yang akan mengumpulkan setiap karya tulisan syihk daud.
Apakah tugas jamiah ulama patani Darussalam?

Tugas itu sangat banyak sekali, tak dapat dihurai dengan secara deteil, tetapi yang paling penting, disini akan menjadi sebagai tempat membangun ulama dari generasi muda mendatang berposisi ulama tua, yaitu kita akan membangun mereka berilmu lagi cerdas, mendorung mereka menghafal kitab-kitab dll. Matan ilmu agama yang ada seperti ulama yang sebelumnya, dengan memilih dari kalangan pelajar hafiz yang sudah lulus dari tes hafiz al-qur'an yang dikatakan hafiz syahadat.

Hafiz syahadat adalah pelajar hafiz yang lalu tes menghafal al-quran di hadepan guru, yang di mulai setelah waktu subuh hingga waktu isya 'dengan sempurna lebih kurang 16 jam.

Kita akan memilih siswa tersebut tak lebihdari 15 orang dalam setahun, semua biaya studi di tanggung oleh jamiah sendiri, sehingga mereka mencapai tahapseorang ulama, Insyaallah kita akan dapat membangun ulama dari generasi muda sebagai pengganti ulama tua yang semakin kurang dari masyarakat kita.
Oleh: Abdullah Wan Ahmatgambar: Muhammad bin YusuhDarani
Dari Majalah SINARAN
  

ไม่มีความคิดเห็น: